Membuat sebuah serial drama yang hits bukanlah perkara mudah. Membutuhkan tenaga dan biaya yang besar untuk memproduksinya. Contoh saja total biaya drama terkenal korea Descendants of the Sun sendiri mencapai 13 miliar won atau setara dengan Rp 141,3 miliar. Mayoritas, alokasi bujet dihabiskan untuk membangun latar pengambilan gambar. Jumlah tersebut mungkin terdengar berlebihan untuk sebuah serial drama Korea, tapi sebelumnya ada juga beberapa drama Korea yang berbujet lebih besar dari itu.
Bahkan di negara Amerika, ongkos produksi serial drama mereka bisa lebih besar dari drama negara manapun di dunia. Berikut ini adalah 10 serial drama televisi populer yang terkenal berbujet paling besar dunia.
1. The Walking Dead - Cost: $2.75M/Episode

Premisnya memang seperti film zombie kebanyakan, tapi ada sesuatu yang lebih menarik di serial The Walking Dead ini. Di sini ada elemen "survive" yang begitu kental. Sepanjang episodenya kita bisa melihat "Rick and the gang" berpindah-pindah dari satu tempat/daerah ke tempat/daerah lain, hanya untuk bertahan hidup lebih lama dan menghindar dari serbuan zombie.
Tidak cukup sampai disitu, cerita dibuat lebih kompleks lagi dgn menambahkan unsur-unsur konflik moral dan psikologi masing-masing tokoh, sampai konflik antar tokoh juga. The Walking Dead ini menyampaikan cerita yang sangat depresif. Bayangkan saja dari seluruh episode 3 season, belum ada satupun mengetahui asal-usul yang jelas mengapa manusia berubah menjadi zombie seperti itu. Seakan-akan tidak ada harapan untuk kehidupan yang normal akan muncul lagi seperti sedia kala.
2. Terra Nova - Cost: $4M/Episode

Film ini menarik karena di produseri oleh Steven Spielberg. Spielberg adalah sosok yang cukup punya kualitas dalam memproduseri setiap filmnya. Cerita Terranova sendiri memang tidak terlalu menjadi istimewa lagi dari segi alur cerita, karena untuk sekarang sudah cukup banyak jenis film yang plot ceritanya masih seputar seseorang masa mendatang pergi ke masa sekarang ini.
Satu hal yang membedakan disini adalah ketika orang-orang dimasa mendatang itu (Tahun 2149), yang sedang menghadapi kenyataan bahwa bumi dan tata surya nya sudah tidak lagi memberikan kenyamanan bagi kehidupan akibat ledakan populasi manusia dan banyak faktor lainnya.
3. Deadwood - Cost: $4.5M/Episode

Dikisahkan di kota Deadwood tersebut yang mayoritas penduduk wanitanya bekerja sebagai pelacur. Sedangkan para prianya bekerja sebagai pengeruk emas dan ada beberapa yang berdagang atau berbisnis. Deadwood adalah kota yang penuh dengan sarat kejahatan.
Salah satu nilai utama dari serial tv ini adalah realisme nya yang kuat. Suasana latar begitu kompleks dan nyata. Bangunan-bangunan kayu, jalan yang masih terbuat dari tanah, kotoran yang merembes di mana-mana, Etnis China yang sibuk dengan bisnis mereka, perlakuan kasar pria terhadap para wanita, kebrutalan dan masih banyak lagi.
Beberapa orang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan para aktor didalamnya menggunakan dialek lama. Tetapi justru dari situlah alasan mengapa genre yang ketinggalan zaman seperti ini menjadi sangat menarik lagi untuk disimak.
4. Boardwalk Empire - Cost: $5M/Episode

Boardwalk Empire sendiri menampilkan kehidupan masyarakat di Atlantic City usai Perang Dunia I pada sekitar tahun 1920-an. Tidak ada peraturan yang berlaku di kota tersebut, hotel dan klub malam berbaris di sepanjang jalan. Tempat pesiar yang dikenal dengan sebutan The World's Playground itu bisa membuat orang yang hanya memiliki sedikit uang bisa berubah bak seorang raja.
Dalam serial ini, Steve Buscemi berperan sebagai Enoch 'Nucky' Thompson. Nucky adalah pemimpin Atlantic City yang menyedot 'darah' rakyatnya. Maklum, selain sebagai politisi, Nucky juga bertindak sebagai mafia di mana dengan kekuasaannya bisa menghalalkan segala cara untuk sesuatu yang dia inginkan.
5. Game of Thrones - Cost: $6M/Episode

Film A Game of Thrones kisahnya sendiri tentang perpolitikan yang menyangkut tahta di sebuah kerajaan di Westeros, Iron throne of Seven Kingdoms. Perebutan tahta ini mencuat setelah kematian Jon Arryn, hand of the king. Raja yang bertahta waktu itu, Robert Baratheon akhirnya meminta Eddard ‘Ned’ Stark untuk menempati posisi tersebut. Ned Stark adalah pemimpin di sebuah kawasan utara Westeros yg bernama Winterfell, gelarnya Lord of Winterfell.
Persengkongkolan, pengkhianatan, intrik tidak berkesudahan, peperangan hingga percintaan terlarang yang selalu mewarnai episode demi episode. Bagi sebagian orang, cerita ini mungkin sedikit rumit & sulit dipahami dengan cepat. Tapi menarik untuk ditunggu kelanjutan setiap episodenya.
6. Camelot - Cost: $7M/Episode

Kisah King Arthur yang memerintah kerajaan Camelot sudah tak asing lagi dan telah diadaptasi dalam berbagai karya seni serta film. Diadaptasi dari naskah sejarah yang ditulis Sir Thomas Malory, miniseri ini diawali dengan tewasnya Raja Uther Pendragon setelah diracun oleh anak perempuannya yang juga ahli sihir dan sangat ambisius. Tabib dan ahli nujum pribadi sang Raja pun mendapat penerawangan bahwa Camelot akan memiliki masa depan yang gelap.
Kemudian raja uther mengangkat Arthur, pria muda yang merupakan pewaris tahta dan anak kandung Uther yang disembunyikan serta dibesarkan sebagai warga jelata oleh ksatria setia Raja. Di sinilah kisah awal perjalanan Arthur sebagai Raja yang ‘terpaksa’ memimpin kerajaan Camelot. Ia harus bisa menghadapi saudara tirinya, Morgan, yang kejam dan mengerahkan semua kekuatan supranaturalnya untuk merebut tahta kerajaan Camelot.
7. Marco Polo - Cost: $9M/Episode

Serial ini dimulai dengan keisengan seorang Marco Polo yang ingin ikut dengan ayahnya, Niccolo Polo (seorang pelaut), mengharungi lautan. Ayahnya tidak mengizinkannya tetapi dengan cara yang cerdik akhirnya Marco Polo menyusup ke dalam kapal ayahnya sehingga mau tidak mau Marco Polo ikut berlayar bersama ayahnya yang tujuan dari mereka sendiri adalah negeri di sebelah timur dunia ini.
MEnonton serial ini rasanya tidak sabar menantikan episode-episode selanjutnya. Sedikit peringatan bahwa serial ini khusus untuk usia dewasa karena banyak adegan yang tidak layak ditonton anak-anak di bawah umur.
8. Friends - Cost: $10M/Episode in final season

Friends adalah sebuah serial komedi situasi televisi buatan Amerika Serikat tentang kehidupan enam orang sahabat yg tinggal di Manhattan, New York. Acara ini disiarkan dari tahun 1994 sampai 2004 di Amerika Serikat dan kemudian diikuti oleh berbagai stasiun televisi di negara-negara lain. Program ini diciptakan oleh David Crane dan Marta Kauffman bekerja sama dengan Warner Bros.
Di Indonesia sendiri, Friends pernah ditayangkan di RCTI dan kemudian diikuti penayagannya di saluran televisi kabel Star World. Dan yang paling anyar NET TV kembali menayangkan serial komedi ini pada tahun 2014. Friends merupakan salah satu serial komedi Amerika terbaik di akhir 1990-an. Selama 10 tahun penaygannya (di Amerika), Friends mendapatkan 6 buah Emmy, termasuk 1 untuk serial komedi terbaik pada 2002.
9. Rome - Cost: $10M/Episode

Ceritanya dimulai dengan kembalinya Lucius dan Titus ke Roma setelah bergerilya berperang karena Julius Caesar telah berhasil mendirikan Republik Romawi. Lucius kembali pada istrinya Niobe yang ternyata telah mempunyai anak dari laki-laki lain. Titus yang tidak punya tempat tinggal lebih memilih menikmati hiburan di Roma. Kejayaan Julius Caesar ternyata tidak serta merta membuatnya menjadi penguasa tunggal republik.
Serial ini sangat menarik karena tokoh-tokohnya berdasarkan sejarah yang nyata walaupun banyak kejadian dan peristiwa yang bersimpangan dengan sejarah padaa aslinya. Tetapi itu semua agar serial ini lebih menarik utk ditonton. Serial ini mendapatkan rating khusus Dewasa karena banyak adegan yang tidak layak ditonton oleh anak-anak dan remaja.
10. E.R (Emergency Room) - Cost: $13M/Episode (1998-1999)

Dr. Mark Greene adalah seorang dokter yang menjadi pentolan di Emergency Room. Menjadi seorang dokter emergency menuntut kondisi yang superprima dari para dokternya. Bukan hanya prima secara fisik, tetapi juga harus prima secara batin. Ya tentu saja, kita harus ready 24 hour 7 days dan siap hidup penuh dgn tekanan. Baru satu pasien selesai, pasien lain datang. Kasus satu belum selesai, kasus lain menghadang.
Kisah hidup yg menegangkan seorang dokter emergency bukan hanya di ruang operasi saja, tetapi juga di rumahnya sendiri. Memang tidak semua akan bernasib begini, tetapi cukup banyak orang yang mengalami seperti di serial ini pada kehidupan nyata.
Kunci keberhasilan dari suatu produksi program acara di televisi sejatinya ditopang oleh kreativitas manusia yang bekerja pada tiga pilar utama yaitu teknik, program dan pemasaran. Keberhasilan produksi program acara di televisi bergantung pada bagaimana kualitas orang-orang yang bekerja pada tiga bidang tersebut.