Seorang sahabat curhat pada saya beberapa hari yang lalu, “Pacar gue psycho!” katanya dengan muka sedikit stress. Lalu dia menceritakan beberapa hal yang aneh tentang pacarnya, seperti harus mengecek keberadaan sahabat saya dengan menyuruhnya mengirimkan foto lokasi dengan pose spesifik untuk memastikan dia tidak berbohong.
Percaya atau tidak, banyak orang telah menjalani hubungan yang tidak sehat dengan seorang pacar yang “psycho” seperti cerita di atas. Biasanya Anda tidak sadar telah menjalin hubungan dengan orang yang seperti ini, karena awalnya memang terlihat seperti cemburu biasa, marah biasa, tapi lama kelamaan berubah menjadi aneh.
Berikut adalah 4 tanda pacar Anda adalah seorang “Psycho”, bila ternyata tanda-tandanya cocok maka sebaiknya Anda putuskan saja hubungan dengannya daripada terus larut dalam hubungan yang tidak wajar dan penuh masalah nantinya :
1. Terlalu Protektif dan Posesif
Apabila Anda adalah seorang yang setia tapi pacar Anda selalu curiga bahkan marah jika Anda berinteraksi dengan orang lain, itu adalah tanda yang jelas bahwa dia tidak memiliki kemampuan untuk mempercayai Anda. Apakah dia curiga kepada Anda seperti polisi curiga pada kriminal ? Mereka telah merebut hak Anda untuk memiliki kehidupan di luar dirinya ?
Apalagi bila dia sudah memaksa untuk memeriksa isi handphone, meminta password email dan akses ke semua akun social media Anda, itu bukan lagi cemburu tapi sudah melanggar privasi loh. Orang tua Anda saja tidak pernah melakukan hal itu, ya kan ? Ada perbedaan yang jelas antara cemburu dengan melanggar privasi.
2. Banyak Peraturan Tak Masuk Akal
Peraturan-peraturan aneh dari pacar, seperti tidak memperbolehkan pacarnya memakai baju yang bagus karena takut akan menarik perhatian orang lain atau harus laporan yang jelas setiap kali ada lawan jenis yang mention di Twitter atau komentar di Facebook, ini jelas di luar batas kewajaran namanya.
Bila pacar Anda memiliki peraturan dan larangan yang tidak masuk akal, maka sebaiknya Anda pertimbangkan kembali apakah masih ingin terus melanjutkan hubungan dengannya atau pitus. Bila saat pacaran saja peraturannya sudah sedetail itu, Anda bisa bayangkan peraturan yang akan dia berikan di saat sudah menikah nanti.
3. Memakai Kekerasan Fisik

Setiap kali bertengkar, dia selalu memaki Anda dengan kata-kata kasar dan kotor yang merendahkan. Bila diteruskan, lama-kelamaan ini akan berpengaruh pada psikis Anda tentunya, dapat membuat Anda terluka secara emosional dan jadi rendah diri. Anda harus ingat, bahwa tidak ada seorangpun yang berhak untuk memperlakukan Anda sedemikian rupa, apalagi pacar Anda!!! Ini adalah tanda bahwa dia tidak bisa menghargai Anda.
Pernahkah handphone Anda dilempar hingga hancur berantakan hanya karena Anda membalas SMS dari seorang teman? Bila pernah, maka pacar Anda masuk kategori ini. Bila Anda melakukan kesalahan, dia tidak segan untuk mendorong Anda atau bahkan memukul Anda atau melempar barang yang ada di dekatnya. Orang yang seperti ini jelas bukan pilihan yang baik untuk menjalin hubungan kedepannya.
4. Anda Mulai Bingung Mana yang Wajar, Mana yang Tidak

Karena sudah lama menjalin hubungan dengannya, Anda mulai terpengaruh oleh sikapnya. Anda jadi merasa bahwa memeriksa handphone dan melarang pacar untuk bergaul adalah hal yang wajar dilakukan dalam sebuah hubungan. Anda bahkan sampai merasa bersalah bila ingin bertemu teman, karena pacar Anda berhasil meyakinkan bahwa itu adalah hal yang tidak boleh dilakukan oleh Anda.
Karena sudah terbiasa dengan peraturan-peraturan aneh yang diterapkan, terbiasa dengan makian dan tindakan kasar, maka Anda menganggap hal-hal tersebut adalah hal yang biasa untuk menghukum pacar yang melakukan kesalahan. Akibatnya, yang Anda lakukan malah berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi, padahal yang seharusnya Anda lakukan adalah memutuskan hubungan dengannya yang jelas tidak sehat tersebut !
Banyak orang juga yang tetap tinggal bersama pasangan yang “psycho” karena tidak menyadari keanehan yang terjadi dalam hubungan mereka. Dengan kata lain, mereka jadi sama sifat seperti pacarnya dan kehilangan batasan antara hal yang wajar dan yang tidak. Bila ini sudah terjadi, maka akibatnya bisa mengerikan.